Neurosains pada Anak Usia Dini
Kata Kunci:
Neurosains, Anak Usia Dini, Strategi Pembelajaran, Stimulus OtakAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip neurosains pada anak usia dini sebagai dasar pengembangan strategi pembelajaran yang efektif dan holistik. Kajian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai literatur ilmiah yang berkaitan dengan perkembangan otak anak, stimulasi kognitif, serta pendekatan pembelajaran berbasis neurosains dalam konteks pendidikan anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip neurosains, seperti pentingnya stimulasi lingkungan yang kaya pengalaman positif, keterlibatan emosi dalam proses belajar, serta penghargaan terhadap keunikan otak setiap anak, berkontribusi signifikan terhadap optimalisasi potensi belajar anak. Strategi pembelajaran berbasis neurosains mendorong guru untuk menciptakan kegiatan yang menstimulasi berbagai area otak melalui permainan, eksplorasi sensorik, serta aktivitas kreatif yang bermakna. Dengan demikian, pemahaman tentang neurosains dapat menjadi landasan penting bagi pendidik PAUD dalam merancang pembelajaran yang adaptif, menyenangkan, dan sesuai dengan tahapan perkembangan anak.
Referensi
Adhelia, Mesya, Isfauzi Hadi Nugroho, and Veny Iswantiningtyas. “Speech Delay Pada Anak Usia Dini Ditinjau Dari Perspektif Neurosains.” In Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan Dan Pembelajaran), 921–28, 2025. https://doi.org/https://doi.org/10.29407/qy8bvp53.
Diah, HM. Penelitian Kualitatif Dalam Penerapan. Pekanbaru: Depdiknas Pusat Bahasa, 2005.
Fadlah, Siti Nurfadlah, Ahmad Muttaqin, and Iis Maesaroh. “Integrasi Neurosains Dalam Pendidikan: Studi Literatur Tentang Proses Belajar Berbasis Otak.” PAIDAGOGIA: Jurnal Pengajaran Dan Pendidikan 1, no. 1 (2024): 36–42. https://ejournal.sumulepubid.com/index.php/paidagogia/article/view/10.
Goswami, Usha. “Neuroscience and Education : From Research to Practice ?” Nature Reviews Neuroscience 7 (2006): 406–413. https://doi.org/10.1038/nrn1907.
Hidayah, Nur, Hardika, Yuliati Hotifah, Sinta Yuni Susilawati, and Imam Gunawan. Psikologi Pendidikan. Malang: Universitas Negeri Malang, 2017.
Hidayatulloh, Muhammad Andreansyah, and Muhammad Zaki Maulana. “Kurikulum Akhlak Neuro-Islamik Di Era Post-Truth: Pendekatan Neurosains Dan Nilai Tarbiyah.” Jurnal Dinamika Pendidikan 11, no. 4 (2025): 77–86. https://journal.nuspublications.or.id/jdp/article/view/126.
Immordino-Yang, Mary Helen, and Antonio Damasio. “We Feel, Therefore We Learn: The Relevance of Affective and Social Neuroscience to Education.” Mind, Brain, and Education 1, no. 1 (2007): 3–10. https://doi.org/https://doi.org/10.1111/j.1751-228X.2007.00004.x.
Khairanis, Retisfa, and Muhammad Aldi. “Pendidikan Islam Berbasis Neuroedukasi: Strategi Pembelajaran Al-Qur’an.” Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Masyarakat Multikultural 3, no. 1 (2025): 41–50. https://doi.org/https://doi.org/10.57152/batik.v3i1.2001.
Moelong, Lexy J. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2002.
Muallifatul, Lilif, Khorida Filasofa, and Asya Ainul Fitri. “Pembelajaran Berbasis Neurosains Dalam Perspektif Guru Raudlatul Athfal.” Jurnal Pelita OAUD 8, no. 2 (2024): 454–61. https://doi.org/https://doi.org/10.33222/pelitapaud.v8i2.3769.
Naily, Siti Rohimatus Zainiyah, Musdalifatul Mukarromah, Nurul Qomariah, Yayuk Masruroh, and Marwati. “Neuroscience Learning in Early Childhood Education.” English Language Teaching Journal 4, no. 1 (2024): 32–38. https://ejournal.alqolam.ac.id/index.php/eltj/article/view/1279.
Permata, Indah, Masduki Asbari, Ariansyah, and Merita Aprilia. “Pengaruh Kecerdasan Intelektual Dan Kecerdasan Emosional Dalam Perspektif Neurosains Di Dunia Pendidikan.” Journal of Information System and Management (JISMA) 3, no. 2 (2024): 60–64. https://doi.org/https://doi.org/10.4444/jisma.v3i2.959.
Raihana. “Motivasi Belajar.” In Psikologi Belajar, edited by Fransiska Anggraini. Tangerang: WADE Publisher, 2022.
Sari, Novita, Dewi Purnama Sari, Sutarto, and Aida Rahmi Nasution. “Pemahaman Pada Neurosains Pada Pendidikan Islam Dan Hubungannya Dengan Perkembangan Karakter.” Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology 2, no. 2 (2024): 28–33. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/ijmst.v2i2.301.
Shonkoff, Jack P., and Deborah A. Phillips. From Neurons to Neighborhoods: The Science of Early Childhood Development. Washington: National Academies Press, 2000. https://doi.org/10.17226/9824.
Sousa, David A. How the Brain Learns. 4th ed. California: Corwin Press, 2011. https://doi.org/https://doi.org/10.4135/9781071855324.
Sugiyono. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Alvabeta, 2015.
Susanti, Salamah Eka. “Pembelajaran Anak Usia Dini Dalam Kajian Neurosains.” TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, Dan Humaniora 2, no. 1 (2021): 53–60.
Syah, Muhibbin. Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2013.
Wasul, Wasul Nuri, and Suyadi. “Peran Emosi Positif Dalam Pembelajaran Pendidikan Islam Perspektif Neurosains.” El-Darisa: Jurnal Pendidikan Agama Islam 4, no. 1 (2025): 31–45. https://ejournal.staihwduri.ac.id/index.php/eldarisa/article/view/93.
Wathon, Aminul. “Neurosains Dalam Pendidikan.” JURNAL LENTERA : Kajian Keagamaan, Keilmuan Dan Teknologi 13, no. 2 (2015): 136–45.
Yakin, Anugrah Ainul. “Hibridisasi Pendidikan Islam Dan Neurosains: Implementasi Paradigma Integrasi Keilmuan Dalam Pendidikan Islam.” MA’ALIM: Jurnal Pendidikan Islam 6, no. 2 (2025): 153–67.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Asri Fernianti

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
